Ingin tahu soal 5 Destinasi Super Prioritas,klik di sini ya!
Pentingnya Literasi di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia

Pentingnya Literasi di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia

0

Dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei, sudah seharusnya kita sadar pentingnya pendidikan bagi masa depan. Tak hanya bagi diri sendiri, pendidikan juga berperan penting dalam mendukung kemajuan Indonesia. Terutama dalam mendukung perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Indonesia.

Dukungan tersebut bisa dimulai dari literasi yang baik dalam sektor parekraf. Sebab, dengan memiliki literasi yang mumpuni, berfungsi untuk memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Indonesia kepada seluruh wisatawan mancanegara. Bahkan, literasi menjadi salah satu rencana strategi promosi wisata berbasis storytelling.

Tanpa disadari, mengusung konsep wisata storytelling atau storynomics tourism menjadi salah satu pendekatan dalam mengenalkan latar belakang destinasi wisata di Indonesia melalui cara yang menyenangkan. Dengan begitu, diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara untuk datang dan menikmati keindahan Indonesia secara langsung. 

BACA JUGA: Mengembangkan Potensi Wisata dengan Storynomics Tourism 

Penerapan Literasi dalam Sektor Parekraf

Mungkin Sobat Parekraf masih bertanya-tanya, apa itu konsep storynomics tourism? Lalu, apa kaitannya antara pentingnya literasi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan konsep storynomics tourism di Indonesia?

Singkatnya, storynomics tourism adalah pendekatan pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif, living culture, dan menggunakan kekuatan budaya untuk mengenalkan suatu destinasi. Nantinya, pendekatan ini membangun imajinasi wisatawan akan sebuah objek wisata.

Storytelling memiliki potensi yang sangat besar dalam mengenalkan pariwisata di Indonesia. Pasalnya, pendekatan storytelling dapat memberikan makna tersendiri bagi setiap destinasi. Biasanya, storytelling dimulai dengan memberikan cerita lisan terkait budaya atau kepercayaan yang sudah ada sejak ratusan tahun silam. Termasuk salah satunya cerita legenda yang dipercayai di suatu daerah.

 Ilustrasi: Dengan storytelling yang baik dapat mempromosikan produk ekraf (Shutterstock/Odua Images)

Di sisi lain, pendekatan storytelling juga digunakan untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan produk ekonomi kreatif (ekraf). Melalui storytelling, nantinya pelaku ekraf dapat mengangkat nilai budaya atau filosofi dari produk-produk kreatif mereka. Sehingga, dapat memberikan nilai emosional antara produk dengan pembeli.

Oleh sebab itu, keberhasilan storytelling ini ada pada pelaku parekraf. Itu mengapa, seluruh pelaku parekraf harus lebih sadar akan pentingnya literasi, agar dapat menyampaikan cerita atau storytelling dengan baik. Sehingga, dapat meningkatkan awareness dan experience wisatawan terhadap suatu destinasi wisata maupun produk ekraf.

BACA JUGA: Storynomics Tourism dari 5 Destinasi Super Prioritas 

Literasi Digital Tingkatkan Kualitas Pariwisata di Indonesia

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini mendorong seluruh pelaku parekraf untuk lebih berinovasi. Salah satunya dengan mengenalkan Indonesia melalui literasi digital. Sebab, kemajuan literasi digital menjadi salah satu cara menjembatani antara dunia digital dan pariwisata.

Tak sekadar belajar bercerita dengan baik, pelaku parekraf juga harus mengembangkan storytelling gaya konvensional ke platform digital. Baik itu menyampaikan cerita secara visual, audio, photo caption, atau bahkan kombinasi antara ketiganya. Dengan begitu, nilai dari setiap cerita yang disampaikan dapat diterima wisatawan. 

Dalam jangka panjang, literasi digital memiliki peran sangat besar dalam meningkatkan kualitas pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, langkah ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi para pelaku industri kreatif di sekitar daerah wisata. 

Jadi, jangan sepelekan literasi dalam berbagai sektor, ya, Sob!

BACA JUGA: Melihat Kearifan Lokal di Desa-Desa Wisata Tertinggi di Indonesia 

Cover: Ilustrasi pemandu wisata sedang bercerita ke turis mancanegara (Shutterstock/Galih Yoga Wicaksono)

Kemenparekraf / Baparekraf
Kemenparekraf/Baparekraf RIKamis, 4 Mei 2023
4170
© 2024 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif