Ingin tahu soal 5 Destinasi Super Prioritas,klik di sini ya!
Poltekpar Indonesia, Gaet Peminat Agar Terus Berkembang

Poltekpar Indonesia, Gaet Peminat Agar Terus Berkembang

0

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) Sandiaga Uno mendukung penuh pertumbuhan minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kuliah di politeknik negeri pariwisata atau poltekpar.  Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri Pariwisata (SBMPTNP) telah dibuka pada  1 Maret hingga 27 Mei 2022. Hingga 8 April  2022 kemarin, pendaftaran SBMPTNP tercatat sudah ada 2.163 pendaftar melalui jalur mandiri

“Ada dua indikator jika ingin dilihat dari perkembangan ketertarikan pada poltekpar. Pertama adalah peminat, yaitu masyarakat yang mengisi formulir. Kedua adalah pendaftar, yaitu masyarakat yang mengisi formulir dan menyelesaikan pendaftaran secara administrasi.Targetnya adalah 13.000 orang, masih kurang sekitar 10.000-an hingga penutupan pendaftaran,” kata Faisal selaku Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Parekraf. 

Kalau dilihat dari dua hal itu, Faisal mengakui bahwa sebenarnya minat pada poltekpar sedang mengalami penurunan akibat pandemi. Ada ketimpangan antara peminat dan pendaftar. Faisal menjelaskan, peminat adalah mereka yang mengisi formulir. Sedangkan pendaftar adalah mereka yang mengisi formulir dan melanjutkan pendaftaran serta syarat administrasi.

“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti ketimpangan peminat dan pendaftar. Pada 2021 misalnya, peminat pada poltekpar mencapai 17.500 orang, sedangkan pendaftar hanya 7.500 saja. Selain itu masalah ketimpangan, penurunan minat pada poltekpar juga masih isu tersendiri. Masalah ini masih kami pelajari dan kami cari solusinya” ujar Faisal.

Secara kuantitas, ada 6 poltekpar yang tersebar di seluruh Indonesia. Di Sumatra, ada Poltekpar Medan dan Palembang yang bisa meng-cover wilayah Sumatera bagian utara (untuk poltekpar Medan) dan sumatera bagian selatan (untuk poltekpar Palembang). Wilayah Jawa, ada NHI Bandung yang jangkauannya adalah sisi barat dan utara Pulau Jawa. 

“Saat ini kami sedang merencanakan untuk mendirikan poltekpar di Solo Raya. Tujuannya untuk mendekati salah satu Destinasi Super Prioritas Borobudur. Kehadiran Poltekpar Solo juga diharapkan bisa menjangkau wilayah timur dan selatan Pulau Jawa,” jelas Faisal.

Dokumentasi Mas Menteri Sandiaga Uno bersama Mahasiswa Politeknik Pariwisata. (Foto: wonderfulimage)

Lalu ada Poltekpar Bali yang posisinya juga teramat penting mengingat Bali merupakan pusat dan unggulan pariwisata di Indonesia. Selanjutnya ada Poltekpar Makassar di Sulawesi Selatan dan Poltekpar Lombok untuk wilayah Indonesia bagian tengah. 

“Secara demografis, poltekpar yang sudah ada sekarang ini sudah ada peminatnya. Sementara ada juga rencana untuk membangun poltekpar di IKN (Ibu Kota Negara) di Kalimantan dan tentu saja di Papua untuk mengisi posisi Indonesia bagian timur. Jika pemetaan ini bisa dikembangan dan berjalan dengan baik, saya rasa poltekpar mampu menjangkau seluruh nusantara. Tentunya harus didukung  Sumber Daya Manusia yang mumpuni, kebijakan yang sesuai, dan pencetusan program studi yang sesuai dengan kebutuhan pariwisata agar poltekpar bisa melahirkan SDM yang berkualitas dan siap berinovasi,” tutur Faisal. 

Untuk NHI, jurusan perhotelan dan kepariwisataan masih menjadi favorit. Di Poltekpar Bali, jurusan Manajemen Bisnis Perjalanan dan Tata Boga menjadi unggulan.  Jurusan Tata Boga menjadi unggulan di Poltekpar Makassar. 

“Menurut saya dari sisi jurusan dan prodi, pendekatannya masih dari dunia usaha, industri, dan dunia kerja. Jadi, kalau untuk jurusan yang sudah ada sekarang, pola pendidikannya harus disesuaikan dengan permasalahan yang ada saat ini. Namun, sangat perlu perencanaan program studi yang baru sesuai dengan kebutuhan pariwisata yang sudah harus berinovasi di era digital,” jelas Faisal.  

Dengan peminat poltekpar yang saat ini didominasi oleh generasi milenial, Faisal berharap agar setiap elemen pada sistem pendidikan pariwisata juga harus menyesuaikan dengan arus perubahan. Misalnya, kata Faisal, dengan menghadirkan perkuliahan yang tidak monoton, bertransformasi, serta menyediakan tempat kuliah yang modern. 

“Saya rasa banyak sekali langkah yang harus diselesaikan untuk perkembangan poltekpar kita di masa depan. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi stagnasi dan tidak ada penurunan lagi. Sudah saatnya poltekpar menjadi salah satu sekolah lanjutan yang modern dan kekinian dari berbagai sisi, fasilitas yang lengkap dan memadai, serta ditunjang dengan pola pengajaran yang tidak ‘kaku’ dan menyesuaikan dengan apa yang dibutuhkan pada industri pariwisata saat ini dan di masa yang akan datang, ” ujar Faisal.

Foto Cover: Mahasiswa Politeknik Pariwisata Indonesia Sedang Mengajukan Pertanyaan dalam Sebuah Acara. (dokumentasi: wonderfulimage)

Kemenparekraf / Baparekraf
Kemenparekraf/Baparekraf RIKamis, 21 April 2022
3256
© 2024 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif