Beranda >> ragam pariwisata >> Menyambut Pembukaan Bali untuk Wisatawan Mancanegara
banner foto

Menyambut Pembukaan Bali untuk Wisatawan Mancanegara

Pariwisata

0

20 Oktober 2021 oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI
90
Angka COVID-19 yang mulai terkendali di Indonesia membuat pemerintah berani mengambil keputusan membuka kembali sektor pariwisata, khususnya di Bali. Kebijakan ini diambil sebagai upaya mendorong pemulihan aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Pulau Dewata.
Mengingat, pariwisata adalah tulang punggung perekonomian Bali yang terkena dampak cukup signifikan selama pandemi COVID-19 melanda. Menyusul wisatawan domestik, pada tanggal 14 Oktober 2021 lalu Bali secara resmi dibuka untuk wisatawan mancanegara (wisman).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menyebutkan, kesiapan Bali menyambut wisatawan mancanegara telah masuk tahap finalisasi. Tidak hanya dilakukan oleh penyedia atraksi wisata, upaya persiapan pembukaan kembali Bali juga dilakukan oleh seluruh sektor parekraf di Bali.
Mulai dari hotel, yang telah banyak melakukan persiapan dari segi fasilitas maupun protokol kesehatan yang sangat ketat. Bahkan, hingga saat ini tercatat telah ada 654 usaha hotel yang tersertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environmental Sustainability) di Bali. Selain itu, restoran-restoran di Bali pun telah bersiap menyambut wisman. Seluruh persiapan mengenai protokol kesehatan sudah dilakukan jauh hari sebelum penerbangan internasional dibuka.
Mengutip dari Kompas.com, nanti seluruh wisman yang akan makan di restoran harus melakukan scan Aplikasi PeduliLindungi dan pengecekan suhu. Selain itu, daftar menu yang akan disajikan juga disediakan versi barcode, sehingga wisatawan bisa melakukan pemesanan melalui aplikasi pada gawai.
Cara ini tidak hanya lebih praktis, namun juga meminimalisir kontak. Pihak restoran akan memastikan jika seluruh karyawannya telah menerapkan protokol kesehatan dan telah melakukan vaksinasi. Karyawan yang sedang sakit tidak akan diperbolehkan bekerja.
Di sisi lain kesiapan pembukaan Bali juga bisa dilihat dari capaian vaksinasi di Pulau Dewata. Per 8 Oktober 2021, vaksinasi di Bali telah mencapai 98% untuk dosis pertama, dan 80% untuk dosis kedua. Angka capaian vaksinasi di Bali ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo melalui akun Instagram pribadinya.
Tingginya angka capaian vaksinasi di Bali dapat menjadi salah satu tolok ukur kesiapan Bali dalam menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara.
Nusa Dua Resot, Bali. (Foto: Shutterstock/Tatiana Popova)
Tempat Karantina Mandiri di Bali
Saat ini Indonesia telah membuka gerbang wisata untuk 19 negara, yakni China, India, Jepang, Korea Selatan, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, Italia, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia. Daftar negara ini telah dipilih sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi para wisatawan mancanegara yang akan mengunjungi Bali antara lain: melakukan vaksinasi COVID-19 sebanyak 2 kali, melakukan tes RT-PCR dengan hasil negatif, mengantongi asuransi perjalanan dengan klaim COVID-19, serta menjalani karantina selama 5 hari.
Menindaklanjuti aturan karantina selama 5 hari, terdapat 35 hotel karantina di Bali yang bisa disewa oleh wisman untuk isolasi mandiri. Posisinya tersebar di daerah Sanur, Ubud, dan Nusa Dua.
Hotel-hotel tersebut telah melalui tahap verifikasi dari pemerintah, sehingga aman dan nyaman untuk dijadikan hotel karantina. Selama karantina, nantinya wisman akan mendapat pengecekan kesehatan dari tenaga medis, serta fasilitas dan layanan penunjang lainnya, sesuai harga paket yang ditawarkan.
Beberapa nama hotel karantina di Bali antara lain: Hyatt Regency, Griya Santrian, Tandjung Sari Prime Plaza Suites Sanur, Grand Hyatt Bali, Melia Bali, Nusa Dua Beach Hotel, The Westin Nusa Dua, Conrad Nusa Dua, Harper Kuta Bali, Novotel Bandara Ngurah Rai, The Ubud Resort & Spa, The Westin Resort & Spa Ubud, The Ubud Village Hotel, The Ubud Resort & Spa, dan masih banyak lagi.
Siap Liburan Setelah Karantina
Setelah menjalani masa karantina selama 5 hari di hotel-hotel dan lokasi yang telah ditunjuk, wisatawan mancanegara baru akan diperbolehkan menjelajah destinasi wisata yang ada di Bali. Namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Seperti yang kita ketahui, 3 lokasi karantina di Bali: Sanur, Nusa Dua, dan Ubud, memiliki destinasi-destinasi pariwisata unggulan yang bisa para wisatawan nikmati. Mulai dari aktivitas di pantai, menjelajah bawah laut, bermain wahana air, hingga menikmati alam pegunungan yang asri bisa dinikmati wisman yang berlibur ke Bali.
Seperti di Sanur misalnya, yang dikenal dengan beberapa destinasi wisata pantai yang indah. Mulai dari Pantai Sanur, Pantai Karang, Pantai Sindhu, Pantai Mertasari, hingga Pantai Segara Ayu menawarkan keindahan matahari terbit yang tak terlupakan.
Melipir sedikit ke Nusa Dua, di sini terdapat banyak atraksi wisata air yang bisa dinikmati wisatawan mancanegara. Salah satu destinasi yang bisa dikunjungi adalah Tanjung Benoa. Di sini wisatawan bisa menjajal banyak water sports, seperti parasailing, snorkeling, banana boat, flyboarding, hingga seawalker sambil memberi makan ikan.
Sementara Ubud dikenal memiliki banyak atraksi wisata yang menenangkan. Mulai dari wisata alam, budaya, hingga menjajal wellness tourism bisa wisatawan lakukan di Ubud. Beberapa destinasi unggulan di Ubud antara lain: Monkey Forest, Pura Taman Saraswati, Museum ARMA, Ubud Art Market, hingga persawahan terasering Tegalalang.
Jadi, sudah siap kembali berwisata ke Bali?
Foto Cover: Ilustrasi seorang wisatawan mancanegara sedang megunjungi salah satu situs di Bali. (Shutterstock/DavideAngelini)


Berita Terkait
rekomendasi berita

Desa Wisata Nglanggeran Jadi Wakil Indonesia pada Ajang Best Tourism Village UNWTO

rekomendasi berita

Desa Wisata Sangiran Menawarkan Situs Purbakala dan Wisata Sejarah yang Kental

rekomendasi berita

Pasar Seni Kakilangit Sajikan Kuliner Jadul Khas Yogyakarta