Penasaran sejarah Kemenparekraf? YukKlik Disini
5 Atraksi Wisata Ikonik Indonesia yang Memukau Wisatawan

5 Atraksi Wisata Ikonik Indonesia yang Memukau Wisatawan

0

Indonesia adalah negara kepulauan yang terbagi menjadi 7 pulau besar dengan 34 provinsi. Berdasarkan data BPS Sensus Penduduk 2010 menjelaskan; ada 1.340 kelompok suku.

Sementara menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sekurangnya telah memverifikasi bahwa ada 52 bahasa daerah yang berbeda di tanah air.

Dari keberagaman tersebut kemudian membuat Indonesia memiliki daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Keberagaman yang juga melahirkan atraksi-atraksi wisata yang ikonik dan tersebar di seluruh pelosok daerah di Indonesia.

Sebagai gambaran, berikut 5 atraksi wisata ikonik Indonesia yang memukau wisawatan:

1. Atraksi Lompat Batu, Nias, Sumatera Utara

Atraksi wisata dari Desa Wisata Bawomataluo, Nias, Sumatera Utara ini juga cukup ikonik, yaitu lompat batu.  Disebut sebagai “Hombo Batu” atau “Fahombo” dalam bahasa Nias, lompat batu awalnya adalah tradisi yang dilakukan sebagai syarat pemuda untuk mengikuti perang.

Namun, bukan melompati batu biasa, atraksi Hombo Batu dilakukan dengan melompati batu setinggi dua meter dengan lebar 40 cm.

Saat melakukan atraksi, para pemuda juga menggunakan pakaian adat prajurit kerajaan dengan warna khas Nias; merah, kuning, dan hitam. Jika berhasil lompat tanpa menyentuh batu, berarti pemuda tersebut sudah dianggap dewasa dan matang secara fisik.

2. Karapan Sapi, Madura, Jawa Timur

Bagi masyarakat Madura, Karapan Sapi bukan sekadar kegiatan balap sapi dalam upacara adat biasa, namun untuk mengangkat harkat dan martabat orang Madura. Karena itu sapi yang digunakan tidak sembarangan. Sapi-sapi yang digunakan untuk karapan sapi diberikan pijatan dan makanan terbaik.

Saat berlangsung Karapan Sapi, wisawatan tak hanya melihat “balapan” saja. Namun juga akan melihat ritual arak sapi keliling pacuan, dengan iringan musik saronen; alat musik khas Madura. Setelah itu, barulah karapan sapi dimulai.

Sapi yang ikut karapan akan berlomba di lintasan sepanjang 180-200 meter. Trek sepanjang itu ditempuh hanya dalam waktu 14-18 detik. Menarik sekali, bukan?

Atraksi wisata budaya tari kecak di Uluwatu, Bali. (Foto: Shutterstock/Aries Hendrick Apriyanto)

3. Tari Kecak, Bali

Selain tari Barong dan Janger, salah satu atraksi wisata ikonik di Bali yang tidak boleh dilewatkan adalah pertunjukan tarian Kecak. Awalnya tari Kecak adalah ritual kuno Bali yang disebut sebagai Sanghyang, yang bertujuan untuk mengusir roh jahat.

Namun, seiring berjalannya waktu, tari Kecak semakin berkembang dan populer. Bukan hanya tari tradisional biasa, tari Kecak merupakan tarian dan drama musikal khas Bali yang menceritakan pewayangan; Ramayana.

Iringan musik tari Kecak sangat menarik, yaitu dengan perpaduan musik gamelan tradisional Bali, dan teriakan 50-70 orang penari yang mengeluarkan suara “Cak! Cak! Cak!”.

Tarian makin terasa syahdu, sebab atraksi wisata di Bali ini biasanya digelar di alam terbuka, di atas tebing yang menghadap laut, dan saat matahari terbenam. Salah satu tempat terbaik untuk menikmati tari Kecak adalah di Pura Uluwatu.

4. Pasola, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur

Atraksi wisata ikonik selanjutnya ada di Sumba Barat, yaitu Pasola. Atraksi pasola merupakan atraksi dari rangkaian adat yang berkaitan dengan panen dan permohonan kesuburan.

Pasola biasanya berlangsung di hamparan sabana yang luas, dan disaksikan langsung oleh penduduk desa. Atraksi wisata ini cukup menegangkan, sebab Pasola akan mengajak wisawatan seolah berperang dengan menunggang kuda, dan saling lempar tombak.

Ada satu kepercayaan yang cukup menyentuh dari atraksi wisata Pasola. Saat ada laki-laki atau kuda yang jatuh, darah yang mengalir dapat menyuburkan tanah, dan memberikan keuntungan pada panen selanjutnya.

5. Festival Lembah Baliem, Papua

Festival Lembah Baliem merupakan kegiatan perang antar suku Dani, Lani, dan Yali yang menjadi lambang kesuburan dan kesejahteraan. Hanya saja, di Festival Lembah Baliem wisawatan akan menyaksikan simulasi perang, dan pertunjukan tarian yang sangat memukau mata.

Festival Lembah Baliem sudah diadakan sejak 1989, dan rutin digelar setiap tahunnya. Biasanya festival ini berlangsung selama tiga hari, setiap bulan Agustus. Bahkan Festival Lembah Baliem selalu masuk dalam Calendar of Event Pariwisata Indonesia.

Dengan menghadiri dan melihat langsung Festival Lembah Baliem juga membawa wisatawan mengenal Papua lebih dalam. Baik dari keindahan alam, hingga budayanya yang akan membuat terpana.

Foto Cover: Atraksi wisata budaya Lompat Batu di Nias, Sumatera Utara. (Shutterstock/AndiGultom)

Kemenparekraf / Baparekraf
Kemenparekraf/Baparekraf RIKamis, 18 Maret 2021
6069
© 2022 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif