Ingin tahu soal 5 Destinasi Super Prioritas,klik di sini ya!
Pasar Barang Antik di Indonesia, Serasa Masuk Lorong Waktu

Pasar Barang Antik di Indonesia, Serasa Masuk Lorong Waktu

0

Tidak hanya keindahan alam saja yang memesona, ternyata pasar-pasar yang ada di Indonesia juga kerap menjadi destinasi tujuan banyak wisatawan. Salah satu pasar unik dan menarik untuk dikunjungi wisatawan adalah pasar barang antik. Pasalnya, berkunjung ke pasar barang antik kerap dijadikan sarana nostalgia sekaligus berburu produk kriya jadul yang tak lekang oleh waktu. 

Pasalnya, di pasar barang antik terdapat berbagai macam artefak bersejarah, mulai dari kriya kuno, perabot jadul, hingga barang bernilai seni tinggi. Tak heran kalau berkunjung ke pasar barang antik di Indonesia seakan membawa wisatawan masuk “lorong waktu” ke masa lampau. Ditambah lagi adanya interaksi dengan pedagang yang memiliki pengetahuan mendalam terkait sejarah atau asal usul dari setiap barang antik yang dijual, sehingga membuat pengalaman liburan makin berkesan. 

Bagi Sobat Parekraf yang memiliki ketertarikan dengan barang antik atau seni kriya kuno namun masih terlihat estetik hingga saat ini, sempatkan waktu untuk berkunjung ke pasar-pasar barang antik di Indonesia berikut ini:

Jalan Surabaya 

Kalau membahas tentang pasar barang antik di Indonesia, lokasi satu ini selalu menjadi tujuan para kolektor barang antik. Walau tempatnya bukan “pasar”, melainkan berada di tengah-tengah pemukiman elite di Jakarta, tapi pusat barang antik di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat ini sudah terkenal hingga mancanegara.

Lokasi ini sudah digunakan sebagai tempat menjual barang antik sejak 1975, namun baru terdapat kios-kios permanen sekitar 1988. Sepanjang Jalan Surabaya Menteng tercatat ada sekitar 150 pedagang yang menjajakan barang-barang antik, mulai dari seni kriya topeng, vas, guci, lampu, piring keramik, kaset pita, piringan hitam, hingga koper jadul bisa kita temui di sini.

BACA JUGA: Pasar-Pasar Unik di Indonesia Jadi Daya Tarik Wisata 

Pasar Cikapundung

Di Kota Kembang ada pasar yang menjadi tujuan para kolektor barang antik untuk hunting produk kriya jadul, yakni Pasar Elektronik Cikapundung. Lokasinya tepatnya berada di Jalan ABC Blok U-1, Braga, Sumurbandung, Kota Bandung. Walau namanya “Pasar Elektronik”, namun komoditas utama di Pasar Cikapundung justru barang-barang antik.

Di Pasar Cikapundung Sobat Parekraf bisa menemukan barang antik keluaran tahun 50-an hingga 90-an. Mulai dari pakaian bekas, perabot rumah tangga, jam dinding, jam tangan, kamera analog, piringan hitam, hingga pajangan-pajangan kecil. Selain itu, sepanjang Jalan ABC juga terdapat seniman memamerkan karya-karya terbaik mereka.

Foto: Salah satu toko di Pasar Triwindu Solo (Shutterstock/noer cungkring)

Pasar Triwindu

Melipir ke Jawa Tengah, ada Pasar Triwindu yang menjadi salah satu pasar barang antik yang populer di Kota Solo. Berada di Jalan Diponegoro, Keprabon, Banjarsari, lokasi pasar ini dekat pintu masuk utama Pura Mangkunegaran. Dahulunya, Pasar Triwindu dibangun untuk merayakan kenaikan tahta Adipati Sri Mangkunegara VII yang ke-24, atau sudah bertahta selama tiga windu (Triwindu).

Berdiri sejak 1939, Pasar Triwindu menawarkan berbagai koleksi barang antik berupa guci, piring antik, lampu, topeng, hingga uang kuno keluaran 1800-an. Menariknya, jika Sobat Parekraf memasuki pasar ini, seakan kita dibuat masuk ke lorong waktu. Karena kios pedagang yang saling berdekatan dan barang antik yang tersusun rapi membuat lorong-lorong di Pasar Triwindu membawa nostalgia tersendiri, dan menjadi latar foto yang instagramable.

Pasar Klithikan Pakuncen

Yogyakarta juga memiliki banyak pasar barang antik yang menarik untuk dijadikan lokasi hunting. Salah satu pasar barang antik yang populer di Yogyakarta adalah Pasar Klithikan Pakuncen, di Jalan HOS. Cokroaminoto No. 34. Klithikan sendiri memiliki arti barang-barang kecil atau printilan yang menjadi daya tarik di pasar barang antik ini.

Uniknya, banyak pedagang barang antik di Pasar Klithikan Pakuncen juga merupakan kolektor. Jadi Sobat Parekraf tak perlu ragu akan keaslian dan asal-usul barang antik di sini. Menariknya lagi, Pasar Klithikan Pakuncen tak hanya menjual barang antik dari Indonesia, tapi juga ada dari Tiongkok hingga Thailand. Beberapa barang antik yang bisa Sobat Parekraf temukan di sini antara lain: keramik, uang kuno, miniatur, buku, hingga onderdil kendaraan.

BACA JUGA: Mengungkap Sumbu Kosmologis Yogyakarta sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO 

Pasar Klitikan Kota Lama

Sesuai namanya, lokasi pasar barang antik ini berada di kawasan Kota Lama Semarang, tepatnya di Jalan Garuda, Tanjung Mas, Semarang Utara. Menariknya, pedagang barang antik di Pasar Klitikan Kota Lama ini sudah ditata dengan rapi di Galeri Industri Kreatif, belakang Gereja Blenduk, kawasan Kota Lama. Pasar ini menjual berbagai macam barang antik, mulai dari abad ke-13 sebelum Masehi, uang kuno, keris, telepon dari tahun 70-an, buku-buku kuno, hingga mangkok dan guci berusia berabad-abad.

Pasar Nostalgia

Dari namanya seakan sudah membawa kita untuk bernostalgia melalui barang-barang antik yang dijual di pasar ini. Lokasi Pasar Nostalgia berada di Lantai 2 Pasar Burung Bratang, Jl. Bratang Binangun, Gubeng, Surabaya. Sedikit berbeda dengan pasar barang antik lainnya, hampir sebagian besar barang yang dijual di pasar ini berasal dari luar negeri, seperti dari Singapura, Malaysia, hingga Afghanistan. Tidak heran kalau Pasar Nostalgia kerap didatangi para wisatawan mancanegara.

BACA JUGA: Fakta Menarik Bandung, Kota Kembang yang Penuh Kreativitas 

Cover: Jalan Surabaya Menteng menjadi salah satu lokasi hunting barang antik (Shutterstock/Fredy Albert)

Kemenparekraf / Baparekraf
Kemenparekraf/Baparekraf RISabtu, 20 April 2024
3949
© 2024 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif