Beranda >> ragam ekonomi kreatif >> BeliKreatifLokal, Harapan Baru Sektor Ekonomi Kreatif Indonesia
banner foto

BeliKreatifLokal, Harapan Baru Sektor Ekonomi Kreatif Indonesia

Ekonomi Kreatif

0

9 April 2021 oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI
513
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus berusaha menggenjot sektor Parekraf tanah air. Salah satu cara adalah meluncurkan program #BeliKreatifLokal.
Upaya ini dilakukan untuk menindaklanjuti dampak pandemi COVID-19 yang sangat signifikan terhadap sektor Parekraf. Pasalnya, dalam hitungan bulan, penurunan omzet besar-besaran dan pemutusan hubungan kerja (PHK) terus terjadi di sektor ini. Bahkan beberapa pelaku ekonomi kreatif terpaksa harus menutup usahanya akibat penurunan permintaan barang yang drastis.
Menurut laman resmi dari BeliKreatifLokal.id, sejak dijalankan pada April 2020 lalu hingga saat ini #BeliKreatifLokal berhasil menyerap 6.738 tenaga kerja, serta berkolaborasi dengan 6 e-commerce dan 2 jasa transportasi daring. Tentunya ini adalah hasil positif yang berdampak kepada banyak orang.
Pada program ini pelaku ekraf akan diarahkan untuk mengoptimalkan kenaikan omzet melalui pengembangan di berbagai platform. Para peserta program Beli Kreatif Lokal dibimbing langsung oleh ahli dan praktisi berpengalaman dalam bidangnya.
Selain bimbingan, peserta akan mendapatkan fasilitas lainnya, seperti pendirian badan hukum ekonomi kreatif, pengurusan sertifikat HAKI, penyediaan dan pelatihan aplikasi pembukuan berbayar, hingga pengurusan sertifikat cuti bayar pajak.
Ilustrasi #BeliKreatifLokal Subsesktor Desain Produk. (Shutterstock/Odua Images)
Sementara itu tiga fokus utama program ini adalah pengembangan subsektor kuliner, fashion, dan juga kriya. Sesuai harapan, ketiga subsektor ini menunjukan grafik peningkatan yang signifikan pasca dilakukannya bimbingan kepada para peserta. Berikut detail peningkatan dari setiap subsektor ekonomi kreatif tersebut:
Subsektor Kuliner
Subsektor kuliner menduduki posisi tertinggi dalam kontribusi terhadap total revenue peserta #BeliKreatifLokal yang berhasil menyumbang 54,4% dari total revenue seluruh peserta. Beberapa produk kuliner yang berhasil dalam program ini adalah Dapur Cihuuyy, MakYos, Doi Coffee, Machili, One Bite Dimsum, Siomay Raya, Kresss, dan Juragan KeripiX JK.
Menariknya, salah satu peserta yaitu Juragan KeripiX JK sukses mengangkat pamor keripik singkong dengan berbagai rasa kekinian. Salah satunya adalah rasa pedas level 100 yang saat ini sedang marak digunakan sebagai strategi marketing dalam dunia kuliner. Selain itu, Juragan KeripiX JK membuka jasa pemesanan 24 jam mengandalkan ranah digital.
Subsektor Fashion
Subsektor fashion berada di urutan kedua dalam hal kontribusi terhadap total revenue program #BeliKreatifLokal. Total kontribusi subsektor ini mencapai 39,4%. Salah satu contoh industri kreatif dari subsektor fashion yang berhasil meningkatkan omzet pasca bimbingan adalah Rumah Sandal Geulis.
Dilansir dari Instagram @BeliKreatifLokal, setelah mengikuti program bimbingan, Rumah Sandal Geulis berhasil mendapatkan pesanan sebanyak 5.000 pasang sandal. Angka ini merupakan pencapaian terbesar pertama bagi Rumah Sandal Geulis yang memproduksi dan menjual sandal rumahan berwarna-warni cantik.
Subsektor Kriya
Subsektor kriya berhasil menyumbang 6,3% dari total pendapatan peserta program Beli Kreatif Lokal. Meski begitu, peserta dari subsektor kriya rata-rata mencatatkan rekor baru pendapatannya paska mengikuti bimbingan Beli Kreatif Lokal.
Salah satu pelaku industri kreatif yang sukses adalah Soiree. Sejak bulan Agustus 2020 lalu kerajinan tangan ini berhasil mendapatkan pesanan dalam jumlah besar. Beberapa industri kriya yang berhasil terserap dalam program ini adalah Avalo, Origamix, Deli’o Craft, Nowy Craft, dan masih banyak lagi.
Peningkatan di ketiga subsektor ekonomi kreatif tersebut dapat memberikan optimisme baru bagi industri kreatif Indonesia. Masyarakat diharapkan dapat ikut serta mendukung keberhasilan program #BeliKreatifLokal dengan membeli produk buatan dalam negeri.
Foto Cover: Ilustrasi kreatif lokal sektor Kriya yang cukup besar menyumbang pdb sektor Ekonomi Kreatif. (Shutterstock/Odua Images)


Berita Terkait
rekomendasi berita

Transformasi Musik Dangdut dari Masa ke Masa

rekomendasi berita

Program Pengembangan Talenta Digital Kreatif di Indonesia

rekomendasi berita

Indonesia Bersiap Menjadi Destinasi Fashion Muslim Dunia