Siaran Pers : Kemenparekraf Dorong Pelaku UMKM Untuk Adaptif dan Inovatif di Tengah Pandemi

Kamis, 17 September 2020

1

261

SIARAN PERS

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF/ BADAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

 

Kemenparekraf Dorong Pelaku UMKM Untuk Adaptif dan Inovatif di Tengah Pandemi

 

Jakarta, 17 September 2020 - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk bisa bertahan dan lebih cepat beradaptasi serta menciptakan inovasi baru di tengah pandemi.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, saat mengikuti talkshow dalam acara “Launching Bangga Buatan Indonesia #PernakPernikUnik” yang digelar oleh Kementerian Perdagangan, Jakarta, (16/9/2020), mengatakan tantangan dari usaha pengembangan produk kreatif ini adalah karena ada pembatasan-pembatasan pergerakan yang mempengaruhi operasional pelaku UMKM, dari mulai pemasok hingga distribusi yang terhambat serta keleluasaan penjualan secara offline.

“Tapi kita selalu percaya, dalam setiap tantangan kita harus bisa mencari peluang dan jalan keluar. Cara untuk melihat peluang di masa pandemi ini adalah pelaku UMKM harus bisa beradaptasi dan berinovasi dengan cepat. Salah satu upayanya adalah dengan go online, karena hal ini dapat membantu banyak usaha termasuk produk kreatif agar bisa bertahan dan mempunyai pasar yang jauh lebih luas. Jadi, ini merupakan sebuah peluang yang harus kita sadari bersama dan perlu kita dorong” kata Angela.

Angela menambahkan untuk cepat beradaptasi, pelaku UMKM harus pandai dalam melihat potensi market saat ini. Seperti yang dilakukan Kemenparekraf dalam mendorong produk kreatif melalui Gerakan Masker Kain. “Kami melihat ada potensi yang bisa dikembangkan untuk UMKM sektor fashion, agar segera mengadopsi peluang ini untuk bisa memproduksi masker kain karena memang ada kebutuhan. Inovasi seperti ini yang perlu kita lakukan,” kata Angela.

Kemenparekraf/Baparekraf juga telah meluncurkan program #BeliKreatifLokal untuk mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia. Dimana programnya adalah membantu UMKM dari offline menjadi go online. Selain itu, Kemenparekraf juga memberikan bantuan berupa pelatihan untuk melakukan promosi secara online yang pastinya berbeda dari cara promosi secara offline. 

Angela juga mengatakan hal mendasar sebagai pelaku usaha ialah harus bisa memadukan kebutuhan antara supply dengan demand. “Bagaimana kita bisa melihat potensi market dan ini harus continue, pergerakan market, tren market harus selalu dipantau, karena tren terus berubah dan kita harus adaptif, bahkan kalo perlu kita harus menjadi tren maker” ujarnya. Menurut Angela, research development juga sangat penting bagi pelaku UMKM agar memiliki pemahaman mendasar mengenai target market dan pengembangan produk kreatif.

Senada dengan Wamenparekraf Angela, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan saat ini pelaku UMKM perlu melakukan adaptasi dan inovasi terhadap produk kreatif untuk mengikuti perkembangan market yang baru, dengan cara memanfaatkan platform digital atau media sosial untuk strategi marketing pelaku UMKM. Karena, saat ini penjualan di platform digital tumbuh sebesar 26 persen. Apalagi dengan adanya penambahan merchant baru sampai dengan 3,1 juta lebih yang terhubung dengan ekosistem digital.

“Dengan adanya teknologi digital atau market online, para pelaku UMKM bisa menembus pasar global. Hal ini sangat potensial dan akan sangat membantu perputaran ekonomi di Indonesia,” kata Teten Masduki.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto mengatakan bentuk yang paling sederhana dari wujud kecintaan terhadap Indonesia adalah dengan membeli dan menggunakan produk-produk Indonesia, dalam hal ini buatan dalam negeri. Beranjak dari pemikiran tersebut, pemerintah Indonesia akan berupaya untuk mengajak masyarakat agar selalu bangga akan buatan Indonesia dengan membeli dan menggunakan produk Indonesia, khususnya produk kerajinan pernak-pernik unik asli Indonesia.

Agus berharap daya saing pelaku UMKM dapat meningkat dan melakukan transformasi digital dalam memasarkan produknya, serta menggugah seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih bangga pada buatan Indonesia dan juga peduli, mencintai, dan membeli produk Indonesia.

“Marilah kita tetap optimistis, bisa melewati masa pandemi ini dengan mendukung UMKM Indonesia dan tetap disiplin menjaga protokol kesehatan,” kata Agus.

 

Agustini Rahayu
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif