Ingin tahu soal 5 Destinasi Super Prioritas,klik di sini ya!
5 Cenderamata Khas Mandalika, dari Kain Tenun Hingga Perhiasan

5 Cenderamata Khas Mandalika, dari Kain Tenun Hingga Perhiasan

0

Setelah sukses menggelar ajang balap MotoGP dan World Superbike pada 2022 lalu. Kini Indonesia kembali akan menggelar balap kelas dunia World Superbike (WSBK) 2023 di Sirkuit Mandalika, Lombok pada tanggal 3-5 Maret 2023. 

Tak hanya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, hadirnya WSBK 2023 di Mandalika juga akan berdampak pada sektor ekonomi kreatif di sekitar Sirkuit Mandalika. Khususnya bagi penjualan cenderamata khas Mandalika yang sangat menarik dijadikan oleh-oleh.

Mungkin kalau Sobat Parekraf membahas soal oleh-oleh khas Mandalika akan langsung terpikir indahnya motif kain tenun khas Suku Sasak, bukan? Memang tidak salah, akan tetapi masih banyak lagi cenderamata khas Mandalika yang patut kita jadikan oleh-oleh. 

Berikut beberapa rekomendasi cenderamata khas Mandalika: 

Kain Tenun Sasak 

Cenderamata pertama yang tak boleh dilewatkan saat ke Mandalika adalah kain tenun sasak. Tak perlu diragukan lagi, kain tenun ini sudah sangat populer hingga mancanegara, bahkan menjadi incaran para turis asing yang berkunjung ke Mandalika.

Berasal dari kapas pilihan yang dipintal menjadi benang, kain tenun sasak dibuat dengan penuh kesabaran. Pasalnya, pembuatan satu kain tenun saja bisa memakan waktu sampai berminggu-minggu. Tak heran kalau kain tenun sasak menghasilkan warna dan model yang sangat cantik. 

Menariknya, Sobat Parekraf juga bisa belajar menenun langsung dari wanita Suku Sasak. Caranya dengan datang langsung ke Desa Sukarara yang menjadi pusat kerajinan kain tenun.

Kain Songket Sasak 

Seperti yang kita ketahui, menenun sudah menjadi keseharian wanita Suku Sasak. Selain membuatkan kain tenun sasak, ada lagi cenderamata khas Mandalika yang bisa Sobat Parekraf jadikan oleh-oleh, yakni kain songket khas Suku Sasak.

Berbeda dengan kain tenun, kain songket adalah kain tenun yang diberi benang sintetis berwarna perak, emas, atau kuning. Sehingga menghasilkan warna motif yang mengkilap. Setidaknya ada sekitar 14 motif kain songket sasak yang bisa Sobat Parekraf jadikan oleh-oleh. Jika ingin melihat langsung proses pembuatan kain songket sasak, Sobat Parekraf bisa datang ke Desa Sukarara.

Ilustrasi: Perhiasan mutiara, salah satu cenderamata khas Mandalika. (Shutterstock/Andri Wahyudi)

Perhiasan Mutiara 

Oleh-oleh khas Mandalika yang cukup populer selanjutnya adalah perhiasan dari mutiara. Cenderamata ini banyak dijual di area pantai-pantai yang ada di Mandalika. Ada banyak model perhiasan yang bisa kita pilih, mulai dari kalung, gelang, hingga anting-anting. Kecamatan Sekarbela, Lombok menjadi salah satu pusat kerajinan perhiasan dari mutiara yang bisa Sobat Parekraf datangi untuk berburu oleh-oleh khas Mandalika ini.

Anyaman Ketak 

Selain pandai menenun kain, Suku Sasak juga pandai dalam membuat anyaman. Salah satu cenderamata khas Mandalika yang tak boleh terlewat adalah anyaman ketak. Kerajinan tangan ini terbuat dari tanaman paku-pakuan yang merambat seperti tali dan sangat populer di Lombok. 

Secara sekilas anyaman ini mirip tas rotan khas Bali. Bedanya, anyaman ketak memiliki tekstur lebih keras dan kuat. Biasanya anyaman ketak dikreasikan sebagai tas wanita yang memiliki nilai seni tinggi. Sobat Parekraf bisa mendapatkan anyaman ketak di pusat oleh-oleh yang ada di Mandalika.

Gerabah

Bagi Sobat Parekraf yang suka membeli pajangan untuk di rumah, bisa membeli gerabah sebagai salah satu oleh-oleh dari Mandalika. Gerabah khas Lombok ini cukup unik, karena dihiasi dengan berbagai motif unik yang menggambarkan keseharian masyarakat Suku Sasak. Bagi yang ingin melihat langsung pembuatan gerabah khas Lombok, bisa datang langsung ke pusat pengrajin yang ada di Desa Banyumulek. 

Itulah beberapa rekomendasi Cenderamata khas Mandalika yang bisa Sobat Parekraf jadikan oleh-oleh seusai menonton gelaran WSBK 2023. Sudah siap untuk berburu oleh-oleh?

Cover: Pembuatan kain tenun khas Mandalika oleh wanita Suku Sasak. (Shutterstock/MajestiX B)

Kemenparekraf / Baparekraf
Kemenparekraf/Baparekraf RISabtu, 25 Februari 2023
4322
© 2024 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif