Beranda >> post >> promosi indonesia melalui film di amerika
banner foto

Promosi Indonesia Melalui Film di Amerika

0

27 Agustus 2014 oleh
566
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali melakukan promosi Indonesia mellui kehadiran film-film karya anak bangsa pada ajang Los Angeles Indonesia Film Festival (LAIFF). Hal ini merupakan program lanjutan yang dilakukan setelah dukungan yang diberikan terhadap kegiatan serupa di Cannes Perancis beberapa waktu lalu.
"Dari segi kuantitas dan kualitas film Indonesia telah mengalami banyak kemajuan, terutama di era pascareformasi. Ajang ini cocok bagi kita untuk menunjukkan kebanggaan terhadap Indonesia” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu saat jumpa pers di At Amerika Pasific Place Mall SCBD Rabu (27/8).
Dilanjutkannya, kreativitas dan produktivitas insan film Indonesia terus mengalami kemajuan. Dia menambahkan, pada 2013 lalu misalnya, produksi film layar lebar Indonesia mencapai 106 judul film, jumlah itu merupakan yang tertinggi selama ini. Tapi PR (pekerjaan rumah) kita sekarang adalah pengembangan industri film kita, baik dari segi kualitas, tema, kemunculan sineas muda (regenerasi) dan meningkatkan apresiasi penonton.
Tidak hanya pemutaran film, pada even LAIFF 2014 juga diisi dengan diskusi film dengan para tamu undangan dan sineas international antara lain: Stan Woldkowski, John Huddles, and Bob Chappell yang rencananya akan diselenggarakan di Olympic Collection, Westwood dengan undangan khusus.
Untuk mendukung festival ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan tim Dapoer Kita Productions mendatangkan aktor, aktris, dan produser dari beberapa film yang diputar pada acara tersebut, antara lain: Lukman Sardi, Wulan Guritno, Prisia Nasution, Tino Saroengallo dan Edwin Nazir.
“Rasa terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang ikut serta dan mendukung promosi perfilman Indonesia melalui penyelenggaraan Los Angeles Indonesian Film Festival 2014,” tandasnya.
Sementara itu, Endah selaku perwakilan Dapoer Kita Productions, mengatakan LAIFF merupakan festival film Indonesia pertama di Los Angels. Kesempatan untuk para pembuat film Indonesia untuk menunjukkan bakatnya selama pembuat film local, selanjutnya selama bearada di U.S bisa belajar lebih mengenai kesempatan dalam membuat film, memperluas koneksi, dan berbicara secara langsung dengan orang-orang di industri dan regulasi.
Pada ajang tersebut tidak kurang dari 7 judul film Indonesia akan diputar yaitu, Sang Penari, Summers, Autumns serta pemutaran kumpulan film pendek “From U.S With Love” yang dibuat filmmakers Indonesia di U.S. Ada juga Soegija, Lovely Man, Sokola Rimba serta pemutaran kumpulan film pendek “From Indonesian With Love” yang dibuat oleh filmmakers Indonesia dan di produksi di Indonesia.
Forum internasional ini dinilai cukup tepat dan strategis, mengingat dengan penyelenggaraan festival di Negara industry film besar Amerika Serikat akan memacu dan memperkaya wawasan sineas Indonesia, dalam upaya memfasilitasi maksud Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mengangkat budaya Indonesia dan meningkatkan kerjasama seni dan budaya serta meningkatkan apresiasi masyarakat internasional terhadap industri kreatif khususnya industry film. (Puskompublik)


Berita Terkait
rekomendasi berita

Festival Budaya Asmat Kembali Digelar

rekomendasi berita

Borobudur Tak Dicoret Sebagai Warisan Budaya UNESCO

rekomendasi berita

Menbudpar Berikan Sapta Pesona Award kepada Pengelola Toilet Umum Bersih Bandara dan Kebun Binatang