Penasaran sejarah Kemenparekraf? YukKlik Disini
Jurnal
Informasi Jurnal Kemenparekraf / Baparekraf Republik Indonesia
Jurnal Destinasi Kepariwisataan Indonesia

Jurnal Destinasi Kepariwisataan Indonesia

JDP Vol.1 No.1 2014 Tinjauan Kesadaran Merek Pariwisata Indonesia “Wonderful Indonesia” JDP Vol.1 No.1 2014 Istana Maimoon di Kota Medan Sebagai Daya Tarik Wisata (DTW) JDP Vol.1 No.1 2014 Kesiaapan Sumber Daya Manusia Bidang Pariwisata Indonesia Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 JDP Vol.1 No.1 2014 Kompleksitas Hubungan Antara Pariwisata, Politik dan Manajemen Sektor Publik JDP Vol.1 No.1 2014 Kotagede Sebagai Kawasan Wisata Budaya dan Sejarah, Wisata Spiritual, Wisata Kuliner dan Belanja JDP Vol.1 No.1 2014 Pengaruh Epidemi Ebola Terhadap Kepariwisataan Indonesia JDP Vol.1 No.1 2014 Potensi Agrowisata Dalam Meningkatan Pengembangan Pariwisata JDP Vol.1 No.1 2014 Potensi Pariwisata Danau Tiga Warna Gunung Kelimutu dan Usaha Kerajinan Kain Tenun Lio Sebagai Atraksi Wisata JDP Vol.1 No.1 2014 Profil Pariwisata Kabupaten Sambas Kawasan Perbatanan Provinsi Kalimantan Barat 2013 (Studi Kasus Perbatanan Indonesia - Malaysia) JDP Vol.1 No.1 2014 Tinjauan Terhadap Konflik Kepentingan Pada Destinasi Wisata Dieang Plateu JDP Vol.2 No.1 2015 - Pengembangan Daya Tarik Wisata Planetarium Jagad Raya Tenggarong JDP Vol.2 No.1 2015 - Pengembangan Warisan Budaya di Tenggarong Sebagai Daya Tarik Wisata Kalimantan Timur

Kemenparekraf/ Baparekraf RI
Kemenparekraf/ Baparekraf RISelasa, 14 Juni 2016
773
JURNAL KEPARIWISATAAN INDONESIA VOL.11 NO. 1 JUNI 2016

JURNAL KEPARIWISATAAN INDONESIA VOL.11 NO. 1 JUNI 2016

DAYA TARIK MOROTAI SEBAGAI DESTINASI WISATA SEJARAH DAN BAHARI Morotai sebagai destinasi prioritas untuk berkontribusi dalam mendatangkan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta pada tahun 2019 menjadi salah satu daya tarik Morotai sebagai destinasi wisata sejarah dan bahari, dan Morotai masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sehingga menjadi destinasi prioritas, serta memiliki daya dukung yang berbeda dengan kawasan lain. Analisis potensi dan daya tarik destinasi wisata Morotai dilakukan untuk mempersiapkan Morotai sehingga mampu dan siap menerima wisatawan dari sisi empat (4) komponen pariwisata (Attraction, Accesibility, Ancillary, Amenity). Observasi, wawancara dan dokumentasi dilakukan di Morotai untuk mendapatkan data mengenai potensi wisata di kabupaten Morotai yang diperkuat dengan focus group discussion (FGD) bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata. Analisis SWOT dilakukan untuk merumuskan strategi atas identifikasi komponen pariwisata di kabupaten Morotai. Berdasarkan hasil analisis, potensi wisata yang tergambar di Morotai adalah wisata sejarah perang dunia II dan wisata bahari. Agar strategi potensi wisata sejarah dan wisata bahari di kabupaten Morotai dapat dilaksanakan, maka perlu bagi kabupaten Morotai memenuhi kriteria minimum dari komponen pariwisata tersebut. Tujuan: menganalisa kesiapan daya tarik morotai sebagai destinasi wisata sejarah dan bahari sehingga dapat memenuhi standar layanan dari seluruh komponen pariwisata 4A, maka Morotai perlu melakukan peningkatan pengelolaan komponen pariwisata 4A. Kata kunci : Kesiapan Destinasi Wisata, Kabupaten Morotai, peningkatan komponen pariwisata **Dilarang menyebarluaskan tulisan ini, kecuali menyebutkan sumber tulisan dan nama penulisnya.*

Kemenparekraf/ Baparekraf RI
Kemenparekraf/ Baparekraf RISelasa
998
Jurnal Kepariwisataan Indonesia

Jurnal Kepariwisataan Indonesia

Jurnal Kepariwisataan Indonesia JKI Vol.7 No.3 2012 - Sumber Daya Arkeologi di Tenggarong Sebagai Asem Wisata Budaya JKI Vol.8 No.2 2013 - Dampak Penyelenggaraan Tour de Singkarak Bagi Masyarakat Lokal Provinsi Sumatera Barat JKI Vol.8 No.3 2013 - Potensi Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Interaktif Bagi Pariwisata Indonesia JKI Vol.9 No.1 2014 - Permasalahan Lingkungan di Sempadan Pantai Taman Wisata Peariran Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat

Kemenparekraf/ Baparekraf RI
Kemenparekraf/ Baparekraf RISelasa
1653
Data Per Halaman
1 – 3 of 3
© 2022 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif