Penasaran sejarah Kemenparekraf? YukKlik Disini
Ragam Makanan Khas Indonesia dalam Jamuan Side Event G20

Ragam Makanan Khas Indonesia dalam Jamuan Side Event G20

0

Indonesia secara resmi mendapat mandat sebagai Presidensi G20, dan didaulat menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT G20 2022. Kepercayaan ini menjadi kesempatan emas untuk kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Indonesia. Tak hanya memamerkan budaya Indonesia yang beragam, gelaran G20 juga menjadi ajang unjuk gigi makanan khas Indonesia ke kancah internasional.

Hal ini dibuktikan langsung pada beberapa jamuan side event dalam rangkaian G20 yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Di mana setiap daerah berlomba mengenalkan makanan khas masing-masing kepada delegasi dari berbagai negara peserta G20.

Upaya branding makanan khas Indonesia dalam acara G20 diharapkan menjadi salah satu cara membangkitkan kembali subsektor kuliner di Indonesia, sesuai dengan tema G20 di Indonesia, yakni Recover Together, Recover Stronger.

Berikut beberapa makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia yang dihidangkan dalam rangkaian side event G20.

Solo

Kota Surakarta menjadi salah satu tuan rumah side event G20. Selama di Kota Solo delegasi G20 dijamu dengan makanan khas Indonesia, seperti sup tim ayam, cabuk rambak, sosis solo, sate ayam, dan tak lupa nasi liwet khas Solo. Nasi liwet sendiri merupakan nasi yang dimasak dengan santan, kaldu ayam, daun salam, dan serai.

Gorontalo

Sajian binte biluhuta dari Gorontalo dihidangkan dalam Gala Dinner Pertemuan Pertama Tingkat Sherpa Presidensi G20 Indonesia. Makanan khas Indonesia yang sudah ada sejak abad ke-15 ini dibuat dari bahan baku jagung pulut khas Gorontalo. Selain binte biluhuta, dalam Gala Dinner tersebut juga dihidangkan lalampa, sabingi, dan kopi pinogu dari Gorontalo.

Kalimantan

Minuman yang dibuat dari buah asam maram juga disajikan dalam acara Sherpa G20. Buah asam maram merupakan buah endemik dari Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dan memiliki cita rasa asam yang khas.

Ilustrasi kudapan khas dari daerah Riau, Bolu Kemojo. (Foto: shutterstock/Efni Indriamirna)

Riau

Bolu kemojo merupakan kudapan yang berasal dari daerah Riau. Pembeda bolu kemojo dengan kue lain adalah penggunaan pewarna alaminya yang berasal dari campuran air daun suji dan air daun pandan yang dipanggang.

Yogyakarta

Helatan side event G20 juga berlangsung di Yogyakarta. Total ada 11 makanan khas Yogyakarta yang dihidangkan kepada delegasi negara peserta G20. Sajian tersebut antara lain: bir jawa, dendeng age, nasi pandan wangi, sapitan lidah, zwaart zuur, lombok kethok sandung lamur, setup pakis taji, salad mentimun, ledre pisang, roti jok semur ayam, saus karamel, dan rondo topo.

Palembang

Pempek juga terlihat dihidangkan dalam helatan Gala Dinner Sherpa G20. Pempek sendiri merupakan makanan khas Palembang yang terbuat dari adonan tepung serta ikan tenggiri. Sajian ini disantap bersama sambal khas dari gula merah, yakni cuko.

Jakarta

Tidak mau ketinggalan, makanan khas Betawi juga eksis di G20, yakni nasi ulam. Makanan khas Indonesia ini berupa sajian nasi putih yang ditaburi dengan serundeng kelapa dan kacang tanah yang telah ditumbuk.

Padang

Makanan khas Indonesia lainnya yang juga dihidangkan saat Pertemuan Sherpa G20 adalah nasi kapau, lengkap dengan 5 lauk khasnya, berupa gulai tambusu, sayur kapau, dendeng balado, dendeng daka-daka, dan gulai ikan bertelur.

Foto Cover: Ilustrasi Nasi Liwet Solo, makanan tradisional khas Solo. Jamuan khas Nusantara yang dihidangkan dalam rangkaian side event G20. (shutterstock/ariyani tedjo)

Kemenparekraf / Baparekraf
Kemenparekraf/Baparekraf RIKamis, 5 Mei 2022
1639
© 2022 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif