Kunci Pengembangan Pariwisata Ada di Pemerintah Daerah

Kamis, 8 Desember 2011

1

4988

Sektor pariwisata berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan. Pariwisata juga salah satu sektor yang paling pesat pertumbuhannya. Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh World Travel and Tourism Council (WTTC), pada tahun 2010 sektor pariwisata mempekerjakan kurang lebih 235 juta orang di seluruh dunia serta berkontribusi sebesar 9,3 persen dari produk domestik bruto (PDB) global. Di Indonesia, sektor pariwisata berkontribusi sebesar 9,1 persen dari PDB dan secara langsung dan tidak langsung mempekerjakan lebih kurang 8,9 juta orang (multiplier effect).

 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu menyatakan, Indonesia memiliki sumber daya alam, manusia, dan budaya yang melimpah serta tersebar luas di berbagai daerah. Ini menjadikan sektor pariwisata Indonesia memiliki potensi yang sangat cerah. Namun agar potensi ini dapat dioptimalkan, diperlukan usaha yang sungguh-sungguh serta kerja sama yang erat di antara para pemangku kepentingan pariwisata, yang terdiri dari pemerintah, wisatawan, pelaku bisnis pariwisata, dan masyarakat, papar Mari dalam jumpa pers menjelang berlangsungnya Konferensi Pariwisata Nasional (21/11).

Dalam konferensi yang akan berlangsung pada 5-6 Desember mendatang, Mari menyatakan akan mensosialisasikan RIPPARNAS (Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional) sekaligus menginventarisir problem di masing-masing daerah sekaligus mencari solusi agar tercipta iklim pariwisata yang kondusif. Kunci pengembangan pariwisata ada di Pemerintah Daerah. Pariwisata dapat memberi kontribusi yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mempunyai efek pengganda yang besar terhadap perkembangan ekonomi daerah, jelas Mari.
 

RIPPARNAS merupakan turunan Undang-Undang No.10/2009 tentang Kepariwisataan yang mengamanatkan disusun RIPPARNAS di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, kota. Pada prinsipnya RIPPARNAS mengatur tentang visi dan misi, tujuan dan sasaran, dan arah kebijakan strategi dan indikasi program pariwisata sampai dengan 2025

 

 RIPPARNAS akan terdiri dari empat pilar utama bagaimana membangun industri pariwisata, membangun destinasi, membangun dan mengembangkan pemasaran pariwisata, membangun dan mengembangkan kelembagaan pariwisata. Berdasarkan dokumen tersebut telah ditentukan 50 destinasi pariwisata nasional (Danau Toba akan menjadi proyek percontohan di 2012), 88 kawasan strategis pariwisata nasional, dan 222 kawasan pengembangan pariwisata nasional .

 
Mari menambahkan, untuk mengembangkan potensi pariwisata di daerah pemerintah telah melakukan langkah konkret, diantaranya memprioritaskan pariwisata di beberapa daerah dalam MP3EI terutama di koridor 5 untuk gerbang pariwisata dan pendukung pangan di provinsi Bali, NTB, NTT.
 
Dalam konferensi nanti, direncanakan Presiden Susilo BambangYudhoyono akan menjadi keynote speaker. Selain jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, sejumlah Gubernur, Bupati & Walikota, Ketua DPRD Provinsi dan Kabupaten dan Kota juga dijadwalkan hadir.(Puskompub)